Posts

Showing posts with the label Indonesia

Seringai Pagi Anak Negeri

Pagi ini, tidak sih, mungkin siang. Blog walking dari mulai cerita pendakian ke semeru sampai ke cerita filsafat sederhana hingga dangdut elektrik penyuara ironisasi negeri ini. Haha. ada-ada saja. memang inspirasi itu aga susah dapetnya. Nggak jarang butuh blog walking semalaman sampe dapet hal yang dirasa cukup bagus untuk ditulis. Seringai pagi ini dikarenakan album kompilasi yang memuat kritik sosial kehidupan modern, saya dapet dari blog nya kang yogi . Yang bikin saya cengar-cengir tentu bukan karena musik dangdutnya, ya walaupun itu juga bisa jadi alasan sih. Tapi liriknya itu yang bikin fresh dan menyeringai ironi. Haha, yah macam lagu2 Iwan Fals lah. cuma ini versi dangdut. Bicara soal dangdut, saya bukan termasuk penyuka dangdut sebenarnya. Tapi kalu dirasa-rasa, musik dangdut ini memang ternyata punya orang indonesia banget ya. Haha. Jadi kagum aja dan bangga. Rasanya kekayaan akan keragaman dan budaya di Indonesia ini gak habis-habis. Itu sih yang buat saya masih bersy...

Jelang Pemilu 2014

well, blog in jadi kayak diary, haha. isinya curhatan gak  penting. wkw. mmm, apa ya yg lagi pengen aku share, gini nih kalo udah lama gak blogging, jadinya bosen dan ga ada bahan. oya, bntar lagi pemilu nih, pemilu legislatif. tahun ini juga kita milih presiden. Penasaran siapa yang bakal mimpin indonesia ini nanti. apakah bakal bener-bener bikin kita sejahtera? apakah bakal bikin martabat bangsa indonesia ini terangkat? apakah indonesia bener-bener akan maju? meskipun beberapa sindiran yang aku denger kalo indonesia in mau maju butuh waktu bertahun-tahun entah kapan.. (masa sih? gak juga ah). Well, memilih pemimpin itu penting guys. kenapa? karena dengan adanya pemimpin, pasukan gak bakal pada kocar kacir gak jelas dan ga ada tujuan. Kenapa pemimpin atau presiden itu penting adanya, karena tugas utama seorang presiden adalah membawa, membimbing, negaranya, bangsanya, rakyatnya jadi sejahtera. Hidup damai #cielah.. tapi ya emang bener kan? kalo kita milih presiden terus tern...

Lilin untuk Indonesia

Image
Akhirnya ku temukan, impian dan cita-cita yang sempat redup, semangat yang sempat hilang, dan jalan kemana aku akan melangkah. Kepuasan tersendiri yang kudapatkan dari suatu pekerjaan yang aku lakukan, akhirnya aku temukan, lewat mana aku bisa membangun negeriku ini. Negeri seribu pulau, negeri sejuta kekayaan, negeri kaya budaya, kaya alam dan petualangan. Negeri impian, negeri tempat aku lahir dan dibesarkan. Di Negeri ini pula tempat aku akan menuai benih yang kutanam. 6 tahun aku mengenal sebagian alam Indonesia. Meski baru Pontianak yang kaya akan sungai dan hutan dan Subang yang kaya air terjun, gunung, dan petualangan, cukup menghidupkan jiwa petualangku. Mengenalkan aku pada keberanian, kerendahan hati, kesederhanaan, kejujuran, semangat hidup, pantang menyerah, dan ketulusan. Alam mampu mengajariku segalanya, segala yang aku butuhkan. Bukan hanya yang dibutuhkan saat di bangku sekolah atau sampai jadi sarjana, tetapi sampai aku mengabdi pada tanah air, sampai aku bertemu d...
Image
http://images.cedyza.multiply.multiplycontent.com/attachment/0/TV01lAooCs8AAEbSAQY1/indonesia-mengajar.jpg?key=cedyza:journal:180&nmid=415646828

Musim Kemarau

Image
Panas, gerah, bosan... Berantakan, kacau, monoton... Hari ini sangat menjenuhkan Televisi tidak ada peningkatan Setiap hari isinya kekerasan Korupsi pun tak ketinggalan Ke Warnet semuanya Facebook an Ada yang nongkrong mendendangkan nyanyian Yang banyak duit sukanya jajan Keliling kota buat cuci mata Gak sedikit liat yang minta-minta Banyak yang udah tua renta Mudanya sia-sia Liat televisi lagi Kali ini gosip Aku heran sekali lagi Pada senengnya ngumbar aib Ganti saluran Kali ini berita Tantang musibah kelaparan Di negeriku tercinta Ganti lagi Kali ini tentang pejabat Apa lagi kalo bukan korupsi Semuanya diembat Aah..aku heran, bosan, gak nyaman Tidak ada perubahan Ada bencana Presiden tak datang Giliran bola udah nongkrong duluan Ngantri air bersih sama tiket GBK sama panjang BBM naik semua naik Rakyat panik Pemerintah panik Uda sering didemo masyarakat Tapi tetep aja gak merakyat Miris, Sebelah gedung tinggi perkampungan kumuh ...

Mayoritas tanpa Kualitas

Sekali lagi saya harap tulisan ini bermanfaat dan semoga dapat menjadi renungan untuk kita semua, terutama kita sebagai umat islam. Temen-temen, ngerasa gak sih, kalau saat ini, detik ini kita umat islam sedang dalam suatu masalah yang cukup serius. Suatu keadaan yang tidak boleh dibiarkan begitu saja. Suatu keadaan yang membuat kita menjadi TIDAK BERWIBAWA di hadapan musuh-musuh kita. Sedih gak sih dengernya? Atau sebelum sedih, sadar gak sih kita? Atas semua keadaan ini. Yang membuat kita umat islam menjadi terpecah belah. Contoh sederhana kayak pas lebaran kemaren, cukup terjadi simpang siur kan tentang, kapan sih lebaran? Dsb. Nah, akhirnya lebarannya pada beda-beda… heran, umat nasrani aja natalnya bareng-bareng kok tanggal 25 Desember, kok kita beda-beda??? Itulah, keadaan umat muslim saat ini. Yaah, contohnya gak cuma lebaran doang, banyak. Contoh lain, waktu saya I’tikaf di sebuah masjid yang berada di daerah Jakarta Selatan, saya mendapati bahwa shaf-shaf kita pun ternyata ...

-Mental Hambasahaya-

MIRIS.. negeri kaya tapi miskin (???), heran, memang betul... Indonesia, kaya akan sumber daya alam. Katanya agraris tapi kok bikin petani menangis? Beras banyak, tapi impor beras lebih banyak. Negeri kaya tapi miskin, kaya harta miskin logika... konsumtif, termakan iklan, lebih mikir kuantitas daripada kualitas. Padahal punya kualitas cuma pada malas, sukanya tidur pulas, kerjaan belum tuntas, nggak mau berpikir keras, akhirnya jadilah selalu memelas. Udah kecil mental tempe, ngakunya miskin tapi konsumsinya gede... malu ketemu bule, srasa jadi nomor dua, padahal kualitas oke tapi mental hambasahaya. Biar kata udah merdeka, terlilit hutang sudah biasa, korupsi merajalela, maksiatpun jadi biasa. Century, Cikeas, dan Gayus... pemerintah makin rakus, rakyat makin kurus, sampai kapan begini terus??? mental hambasahaya, belum punya identitas diri, kurang bersyukur, akhlak berbanding lurus dengan keadaan, korupsi, konsumtif, bobrok... negeri ini, pada siapakah diwariskan? Ya Allah istiqa...